Akhir – akhir ini kata cinta kerap menjadi topic perbincangan
saya dan teman- teman, di mulai dari membicarakan siapa yang orang yang mereka
cinta sampai sharing tentang cinta. Tapi ada kegelian ketika yang menyadari
bahwa saya sendiri tidak bisa mendifinisikan apa itu cinta, bagaimana cinta
bisa terjadi dan kenapa cinta selalu identik dengan pacaran? Yang sampai saat
ini saya belum menemukan jawabannya. Bicara tentang cinta sekilas memang
sepertinya cinta itu indah,bahagia,senang dan lain sebagainya, namun terkadang
yang perlu kita ingat adalah cinta itu bisa juga berujung menyedihkan,menggalaukan
bahkan mematikan. Seperti grafik –
grafik ilmu ekonomi yang selalu ada naik dan ada turun begitulah cinta merasuki
hati manusia, ada kalanya anda akan berada dalam satu kejenuhan, ada kalanya
pula anda merasa dalam keadaan cinta secinta-cintanya, ada pula keadaan di mana
anda harus mencoba sirkuit baru untuk mendapatkan cinta anda. Dari segala hal
cinta dan polemiknya, mungkin galau atau putus cintalah yang dapat di katakan sesuatu
yang paling menyeramkan. Galau adalah keadaan di mana hati menjadi
bimbang,nyesek,dan gelisah berada dalam satu hati dalam kurun waktu tertentu. Keadaan
galau lah yang cukup menjanjikan setan untuk menelusup ke dalam hati manusia,
dan kemudian menyesatkannya. Jika di Tanya tentang galau saya rasa tidak ada
manusia yang tidak pernah galau, yang membedakan hanya kadar kegalauannya
,kurun waktunya, dan cara pengendaliannya. Bertentangan dengan galau ada
beberapa kata yang mungkin bisa menjadi nilai plus untuk cinta. Yang pertama
adalaha “kasmaran” kasmaran adalah keadaan dimana anda merasakan suatu getaran
gelombang yang menggetarkan hati anda ketika seseorang dating atau melintas di
sekitar pelataran jarak pandang anda. Kata yang kedua adalah “jadian”,jadian
adalah keadaan di mana anda telah mendapatkan persetujuan seseorang yang anda
cintai untuk menjaga komitmen bersama dan melaksanakan cinta bersama pula[haha
ngawur]. Lanjut balik lagi ke judul “when love was wrong” ketika cinta telah
salah, maka dengan sekejap semua berubah tai kucing yang dulu menjadi coklat
kini telah berubah menjadi tai kebo, seketika itu pula mulai muncul rintihan
kegalauan yang mempunyai kemungkinan menyebabkan kematian. Kembali bicara galau
sangat bodoh rasanya sesorang mengakhiri hidupnya karna kegalauannya. Untuk itu
saya mengajak teman-teman untuk merubah mind set tentang cinta yang indah,
tidak selamanya cinta itu indah terkadang ada kalanya cinta berada dikurva
bawah menguji seberapa kuat cinta yang kita miliki. Jika saya ibaratkan cinta
itu pelangi maka kita perlu mengingat bahwa pelangi itu
memang muncul setelah hujan, tapi ingat tidak semua hujan berujung dengan
pelangi, terkadang kita harus memperjuangkan cinta lebih keras,
mempertahankan cinta lebih kuat, dan bahkan harus berpindah ke cinta yang lain untuk
menuai cinta yang sesungguhnya. Dan terkadang pula cinta tidak harus selalu
bersama terkadang kita harus di pisahkan terlebih dahulu untuk mempersiapkan
diri lebih baik untuk menjadi sesuatu yang di sebut KITA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar