Kamis, 13 Maret 2014

when love was wrong

Akhir – akhir ini kata cinta kerap menjadi topic perbincangan saya dan teman- teman, di mulai dari membicarakan siapa yang orang yang mereka cinta sampai sharing tentang cinta. Tapi ada kegelian ketika yang menyadari bahwa saya sendiri tidak bisa mendifinisikan apa itu cinta, bagaimana cinta bisa terjadi dan kenapa cinta selalu identik dengan pacaran? Yang sampai saat ini saya belum menemukan jawabannya. Bicara tentang cinta sekilas memang sepertinya cinta itu indah,bahagia,senang dan lain sebagainya, namun terkadang yang perlu kita ingat adalah cinta itu bisa juga berujung menyedihkan,menggalaukan bahkan mematikan.  Seperti grafik – grafik ilmu ekonomi yang selalu ada naik dan ada turun begitulah cinta merasuki hati manusia, ada kalanya anda akan berada dalam satu kejenuhan, ada kalanya pula anda merasa dalam keadaan cinta secinta-cintanya, ada pula keadaan di mana anda harus mencoba sirkuit baru untuk mendapatkan cinta anda. Dari segala hal cinta dan polemiknya, mungkin galau atau putus cintalah yang dapat di katakan sesuatu yang paling menyeramkan. Galau adalah keadaan di mana hati menjadi bimbang,nyesek,dan gelisah berada dalam satu hati dalam kurun waktu tertentu. Keadaan galau lah yang cukup menjanjikan setan untuk menelusup ke dalam hati manusia, dan kemudian menyesatkannya. Jika di Tanya tentang galau saya rasa tidak ada manusia yang tidak pernah galau, yang membedakan hanya kadar kegalauannya ,kurun waktunya, dan cara pengendaliannya. Bertentangan dengan galau ada beberapa kata yang mungkin bisa menjadi nilai plus untuk cinta. Yang pertama adalaha “kasmaran” kasmaran adalah keadaan dimana anda merasakan suatu getaran gelombang yang menggetarkan hati anda ketika seseorang dating atau melintas di sekitar pelataran jarak pandang anda. Kata yang kedua adalah “jadian”,jadian adalah keadaan di mana anda telah mendapatkan persetujuan seseorang yang anda cintai untuk menjaga komitmen bersama dan melaksanakan cinta bersama pula[haha ngawur]. Lanjut balik lagi ke judul “when love was wrong” ketika cinta telah salah, maka dengan sekejap semua berubah tai kucing yang dulu menjadi coklat kini telah berubah menjadi tai kebo, seketika itu pula mulai muncul rintihan kegalauan yang mempunyai kemungkinan menyebabkan kematian. Kembali bicara galau sangat bodoh rasanya sesorang mengakhiri hidupnya karna kegalauannya. Untuk itu saya mengajak teman-teman untuk merubah mind set tentang cinta yang indah, tidak selamanya cinta itu indah terkadang ada kalanya cinta berada dikurva bawah menguji seberapa kuat cinta yang kita miliki. Jika saya ibaratkan cinta itu pelangi maka kita perlu mengingat bahwa pelangi itu memang muncul setelah hujan, tapi ingat tidak semua hujan berujung dengan pelangi, terkadang kita harus memperjuangkan cinta lebih keras, mempertahankan cinta lebih kuat, dan bahkan harus berpindah ke cinta yang lain untuk menuai cinta yang sesungguhnya. Dan terkadang pula cinta tidak harus selalu bersama terkadang kita harus di pisahkan terlebih dahulu untuk mempersiapkan diri lebih baik untuk menjadi sesuatu yang  di sebut KITA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar