Hari ini hari pendidikan nasional, gua ucapin selamat untuk seluruh insan pendidikan di negeri kita tercinta ini.
bicara pendidikan sebenarnya gua sedikit sedih-sedih geli,gi mana enggak sudah menjadi rahasia umum kalo sistem pendidikan di negeri kita ini masih banyak yang perlu di perbaiki. kayak sekolah yang udah roet blum di perbaiki, guru cabul yang udah gila, UN yang gak pake pembalut sampe menyebabkan bocor,trus uang kuliah yang katanya berpihak kepada rakyat kecil walaupun kenyataanya tidak sesuai dengan wacananya.
Bicara pendidikan di indonesia selalu identik dengan nilai, kan gak pernah tu kamu di tanya sama siapapun, "siapa yang ujiannya jujur","siapa yang ujian ga pernah nyontek",gak kan? semua orang pasti tanya eh lo rangking brapa dulu di skolah? eh nilai Un biologi lo brapa? eh brapa rata-rata Un lo, bullshit rasanya kalo di negeri ini bicara proses bukan bicara hasil. Membicarakan tentang nilai identik dengan Un yang katanya jujur gak bakal bocor,tapi kenyataannya tetap aja bocor. Gua ga Pernah nyalahin kebocoran itu, karena gua juga ga setuju UN itu ada karena menurut gua UN itu sama aja pembuangan dana toh ujungnya bocor juga,selain itu UN itu terjadi udah menyalahi apa arti mendidik yang sesungguhnya, UN itu sebuah sistem yang membuat siswa menjadi memprioritaskan nilai dari pada perubahan perilaku dan itu sudah menyalahi aturan pendidikan yang menyatakan bahwa mendidik itu bukan hanya merubah kecerdasaan tapi juga merubah perilaku menjadi lebih baik.
Sempat ga sengaja gua baca statement di sebuah surat kabar,di sana di nyakan "Lihatlah anak kita sekarang, waktunya dirampas dengan gagah perkasa oleh urusan sekolah, sejak paud sampai tamat kuliah, begitu tamat ia gamang karena dunia kerja tak berbanding lurus dengan semua ilmu yang ia pelajari." setuju gua dengan pernyataan di atas waktu saya dan mereka habis di rampas oleh urusan sekolah sementara itu semua sepertinya tak berkorelasi dengan dunia kerja kedepannya. apa yang harus di lakukan? entahlah, mungkin hanya sebatas mempercayakan kembali kelulusan kepada sekolah dan meningkatkan fasilitas sekolah,serta meningkatkan kualitas pengajar dan kesejahteraan insan pendidikan,
pesan gua pendidikan ini bukan cuma milik pak mentri,pendidikan ini milik kita semua yang menjalani dan berkaitan dengannya, baik buruknya pendidikan kedepannya bukan hanya di tangan pak mentri tapi di tangan kita semua.
Jumat, 02 Mei 2014
khayalan yang realistis
Lama gak ngeblog hati gua tergugah oleh sebuah statement dari sahabat gua sebut saja "uda" dia berkata"Percayalah, anda bisa menggapai bintang, karena bintang di langit itu banyak, masa' satu aja gak bisa lo gapai ?" nah gua balik tanya lah sama dia "hampir 8000 wanita di kampus kita 5000 yang cantik kenapa lo masih jomblo?" untuk dapetin cewe aja belum bisa apa lagi harus ngegapai bintang ya gak?
untuk keadaan tertentu memang kita harus menjadi seorang yang memiliki khayalan atau lebih tepatnya mimpi sebagai acuan kita melangkah kedepannya,tapi pliss buat mimpi itu harus realistis men jangan terlalu tinggi nian, nanti jatuhnya sakit. contoh mimpi yang realistis adalah lo mimpi jadi caleg misalnya,atau jadi presiden misalnya. Bertolak dari contoh tersebut lo masih bisa memiliki kemungkinan untuk mewujudkannya. sementara beda dengan mimpi yang tidak realistis misalnya lo mau gapai bintang itu sama aja kayak lo mau jadi farhat abbas kalo mau jadi dia ya gak bakal bisa yang lo bisa mungkin menyerupai dia. "tetaplah berada di lingkaran yang seharusnya"
gua analogikan kayak gini nih, saat lo ngejar mimpi, lo pasti juga tau kan mana pintu yang terbuka untuk lo dan mana pintu yang udah nutup buat lo, kalo ternyata pintu yang ketutup itu adalah yang kita harapkan pasti kebanyakan orang selalu mundur ketika ngerasa pintu yang dia cari ternyata udah ketutup, kadang kita lupa kalo pintu yang nutup itu masih bisa kita dobrak.
untuk keadaan tertentu memang kita harus menjadi seorang yang memiliki khayalan atau lebih tepatnya mimpi sebagai acuan kita melangkah kedepannya,tapi pliss buat mimpi itu harus realistis men jangan terlalu tinggi nian, nanti jatuhnya sakit. contoh mimpi yang realistis adalah lo mimpi jadi caleg misalnya,atau jadi presiden misalnya. Bertolak dari contoh tersebut lo masih bisa memiliki kemungkinan untuk mewujudkannya. sementara beda dengan mimpi yang tidak realistis misalnya lo mau gapai bintang itu sama aja kayak lo mau jadi farhat abbas kalo mau jadi dia ya gak bakal bisa yang lo bisa mungkin menyerupai dia. "tetaplah berada di lingkaran yang seharusnya"
gua analogikan kayak gini nih, saat lo ngejar mimpi, lo pasti juga tau kan mana pintu yang terbuka untuk lo dan mana pintu yang udah nutup buat lo, kalo ternyata pintu yang ketutup itu adalah yang kita harapkan pasti kebanyakan orang selalu mundur ketika ngerasa pintu yang dia cari ternyata udah ketutup, kadang kita lupa kalo pintu yang nutup itu masih bisa kita dobrak.
Langganan:
Postingan (Atom)