Benarkah hidup ini pilihan? jika
benar mengapa kita tidak lagi bebas memilih apa yang kita inginkan,jika benar
mengapa kita tidak lagi bisa menjadi diri sendiri,jika ia mengapa semua orang
yang berusaha menjadi diri sendiri selalu menjadi kaum minoritas. Jika memang
hidup ini pilihan mengapa ada yang di atas dan mengapa ada yang di bawah tanpa
pernah mereka bisa memilih, jika memang benar mengapa masih ada orang yang
hidup di bawah penderitaan yang sebenarnya tidak mereka pilih. Jika memang
hidup ini pilihan mengapa masih ada aturan, untuk apa aturan di ciptakan?
Salahkah saya berpersepsi jika aturan tercipta bukan untuk meluruskan melainkan
untuk membatasi.
Salahkah
jika saya berpersepsi bahwa hidup adalah sebuah permainan yang akan berakhir
ketika kamu mati tanpa pernah melihat seberapa besar score yang kamu miliki,
yang jika kamu berhasil melewati suatu tantangan akan muncul tantangan yang
lebih sulit di level yang lebih tinggi. Salahkah jika saya berfikir hidup tak
lebih hanya sebuah praktikum yang jika praktikum berakhir maka kita di
perintahkan melaporkan hasil praktikum yang telah di jalankan. Manusia itu
seperti kipas angin yang tidak berguna jika tidak bergerak,maka bergeraklah aku
agar menjadi sesuatu yang berguna. Belajarlah menjadi kamus yang walaupun diam
tapi dia bisa mengartikan apa yang di cari. Tidak perlu menjadi anjing yang
hanya menjilat untuk mendapatkan keuntungan, atau kucing yang bermuka manis
untuk mendapatkan yang dia inginkan. Saya bukan
apa-apa, maka dari itu saya berusaha untuk menjadi apa-apa, tapi ingat mungkin
ini bukan apa-apa dan tetap tidak akan menjadi apa-apa jika anda menganggap ini
bukan apa-apa. Lalu apa itu hidup? Hidup itu bukan apa-apa jika anda tidak
melakukan apa-apa,hidup hanya akan menjadi apa-apa ketika anda berusaha untuk
membuatnya menjadi apa-apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar